4 Hal Pertolongan Pertama Pada Hipotermia

Pertolongan Pertama Pada Hipotermia. Hipotermia pasti sudah tidak asing di telinga para petualang khususnya pendaki gunung. Serangan Hipotermia selalu diwaspadai para pendaki karena bisa mengakibatkan kematian jika tidak segera ditangani. Hipotermia adalah kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin sehingga tidak mampu mempertahankan panas tubuhnya. Hipotermia bida diartikan sebagai suhu bagian dalam tubuh dibawah 35 derajat Celcius.




Klasifikasi Hipotermia

Berdasarkan suhu tubuh, hipotermia dapat diklasifikasikan menjadi 3 :
Ringan (34-36 derajat C) : Korban akan menggigil secara hebat, jika suhu turun lagi kemungkinan akan mengalami amnesia.
Sedang (30-34 derajat C) : Terjadi penurunan oksigen yang mengakibatkan refleks melemah, kurang tarikan nafas dan penurunan aliran darah ke ginjal.
Berat (<30 derajat C) : Rentan mengalami kontraksi otot jantung pada bilik jantung dan tidak terkendali, bisa menyebabkan henti jantung. Selain itu juga rentan menjadi koma, denyut nadi sulit ditemukan, tidak ada refleks, henti nafas dan gangguan ginjal. Korban akan merasakan panas yang luar biasa padahal suhu tubuh terus menurun. Ini adalah fase kritis atau puncak dari gejala hipotermia yang selanjutnya suhu tubuh akan turun drastis lalu mengantuk, tertidur dan tewas.

Pertolongan Pertama Hipotermia

Perlu dipelajari sebelumnya dengan memperhatikan Prinsip Untuk Tetap Hangat Dalam Cuaca Dingin di Alam Liar untuk mengantisipasi hipotermia. Pertolongan pada Hipotermia harus dilakukan secara perlahan karena panas yang ekstrim dapat merusak kulit dan menyebabkan detak jantung tidak teratur begitu parah sehingga dapat menyebabkan jantung berhenti.

Berikut adalah 4 point penting yang harus dilakukan sebagai pertolongan pertama pada Hipotermia :
  • Mengganti pakaian basah : Pada hipotermia ringan, dapat dibantu dengan melepas semua pakaian basah dan diganti dengan yang kering, lalu dibungkus dengan selimut. Cara ini disebut Passive Rewarming. 
  • Hindarkan dari dingin : Hindarkan korban dari hembusan angin dan berikan alas yang hangat, jangan biarkan terbaring di tanah. 
  • Menghangatkan diri : Pada hipotermia sedang, hangatkan dengan api unggun, selimut thermal atau air hangat dalam botol yang ditempelkan di seluruh tubuh. Panas tubuh orang lain bisa digunakan dengan dibungkus bersama selimut thermal atau sleeping bag. Jagalah agar tubuh tetap hangat. Cara ini disebut Active Rewarming. 
  • Konsumsi makanan berkalori tinggi dan minuman hangat : Berikan makanan berkalori tinggi seperti keju dan coklat untuk membantu proses penghangatan tubuh. Minuman hangat yang diberikan juga harus perlahan karena penghangatan tubuh harus dilakukan secara perlahan. 



Thermal Blanket adalah alat pertolongan pertama yang bisa menyelamatkan dari hipotermia. Terbuat dari Polytilene (PE) yang dilapisi material mylar,mempunyai fungsi ganda yaitu dapat menahan 90% panas tubuh dan juga bisa dijadikan cermin sinyal.

Untuk mengatasi serangan hipotermia lebih baik mencegah dengan mengetahui Prinsip Untuk Tetap Hangat Dalam Cuaca Dingin. Contohnya yaitu menghindari pakaian basah, selalu membawa pakaian penahan dingin dan memperhatikan gejala yang mungkin terjadi pada diri sendiri maupun rekan seperjalanan.


Bagikan di facebook

0 komentar

Post a Comment