4 Hal Pertolongan Pertama Pada Hipotermia

Pertolongan Pertama Pada Hipotermia. Hipotermia pasti sudah tidak asing di telinga para petualang khususnya pendaki gunung. Serangan Hipotermia selalu diwaspadai para pendaki karena bisa mengakibatkan kematian jika tidak segera ditangani. Hipotermia adalah kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin sehingga tidak mampu mempertahankan panas tubuhnya. Hipotermia bida diartikan sebagai suhu bagian dalam tubuh dibawah 35 derajat Celcius.




Klasifikasi Hipotermia

Berdasarkan suhu tubuh, hipotermia dapat diklasifikasikan menjadi 3 :
Ringan (34-36 derajat C) : Korban akan menggigil secara hebat, jika suhu turun lagi kemungkinan akan mengalami amnesia.
Sedang (30-34 derajat C) : Terjadi penurunan oksigen yang mengakibatkan refleks melemah, kurang tarikan nafas dan penurunan aliran darah ke ginjal.
Berat (<30 derajat C) : Rentan mengalami kontraksi otot jantung pada bilik jantung dan tidak terkendali, bisa menyebabkan henti jantung. Selain itu juga rentan menjadi koma, denyut nadi sulit ditemukan, tidak ada refleks, henti nafas dan gangguan ginjal. Korban akan merasakan panas yang luar biasa padahal suhu tubuh terus menurun. Ini adalah fase kritis atau puncak dari gejala hipotermia yang selanjutnya suhu tubuh akan turun drastis lalu mengantuk, tertidur dan tewas.

Pertolongan Pertama Hipotermia

Perlu dipelajari sebelumnya dengan memperhatikan Prinsip Untuk Tetap Hangat Dalam Cuaca Dingin di Alam Liar untuk mengantisipasi hipotermia. Pertolongan pada Hipotermia harus dilakukan secara perlahan karena panas yang ekstrim dapat merusak kulit dan menyebabkan detak jantung tidak teratur begitu parah sehingga dapat menyebabkan jantung berhenti.

Berikut adalah 4 point penting yang harus dilakukan sebagai pertolongan pertama pada Hipotermia :
  • Mengganti pakaian basah : Pada hipotermia ringan, dapat dibantu dengan melepas semua pakaian basah dan diganti dengan yang kering, lalu dibungkus dengan selimut. Cara ini disebut Passive Rewarming. 
  • Hindarkan dari dingin : Hindarkan korban dari hembusan angin dan berikan alas yang hangat, jangan biarkan terbaring di tanah. 
  • Menghangatkan diri : Pada hipotermia sedang, hangatkan dengan api unggun, selimut thermal atau air hangat dalam botol yang ditempelkan di seluruh tubuh. Panas tubuh orang lain bisa digunakan dengan dibungkus bersama selimut thermal atau sleeping bag. Jagalah agar tubuh tetap hangat. Cara ini disebut Active Rewarming. 
  • Konsumsi makanan berkalori tinggi dan minuman hangat : Berikan makanan berkalori tinggi seperti keju dan coklat untuk membantu proses penghangatan tubuh. Minuman hangat yang diberikan juga harus perlahan karena penghangatan tubuh harus dilakukan secara perlahan. 



Thermal Blanket adalah alat pertolongan pertama yang bisa menyelamatkan dari hipotermia. Terbuat dari Polytilene (PE) yang dilapisi material mylar,mempunyai fungsi ganda yaitu dapat menahan 90% panas tubuh dan juga bisa dijadikan cermin sinyal.

Untuk mengatasi serangan hipotermia lebih baik mencegah dengan mengetahui Prinsip Untuk Tetap Hangat Dalam Cuaca Dingin. Contohnya yaitu menghindari pakaian basah, selalu membawa pakaian penahan dingin dan memperhatikan gejala yang mungkin terjadi pada diri sendiri maupun rekan seperjalanan.
Baca lebih lanjut »

4 Sinyal Bantuan yang Umum Digunakan Ketika Survival

4 Sinyal Bantuan Darurat. Seperti semua teknik survival lainnya, sinyal pertolongan merupakan ketrampilan yang harus dilatih sebelum digunakan. Ketika anda tersesat di alam liar, sinyal pertolongan adalah salah satu pilihan tepat yang harus dipertimbangkan. Jika anda tidak membawa radio komunikasi, telepon selular atau peluit, maka anda harus menggunakan sinyal visual. Sinyal visual bisa dibuat tergantung pada situasi yang anda miliki. Anda bisa menggunakan api dan asap, cermin sinyal, flare, senter atau lampu strobo untuk membuat sinyal darurat visual anda.

Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk ketika berada di alam bebas, anda perlu Survival Item yang Harus Dibawa Penggiat Alam. Sebagian dari anda mungkin tidak berfikiran membawa radio komunikasi, bukan?. Berikut adalah beberapa sinyal pertolongan yang umum digunakan dan bisa dengan mudah dilakukan dalam kondisi survival :

1. Sinyal Visual

Sinyal visual adalah menampatkan diri di tempat yang mudah dilihat, sehingga mudah ditemukan. Untuk hasil terbaik menggunakan sinyal visual untuk bantuan, pilihlah situs atau tempat dengan visibilitas yang baik seperti puncak bukit, padang savana maupun tepi danau. Tempatkan diri di tempat pencari. Apakah mereka akan mencari anda?, mereka akan mencari anda dari udara atau darat?. Sebuah pencarian mungkin dimulai dari lokasi terakhir yang diketahui dan menyapu rute anda.




2. Sinyal SOS

SOS (Save Our Soul) adalah sinyal bahaya internasional yang sangat terkenal. Setiap orang harus akrab dengan SOS. Sinyal SOS dapat ditularkan dengan metode apapun, visual atau audio. Kode untuk SOS adalah 3 pendek, 3 panjang dan 3 sinyal pendek. Berhenti sebentar, kemudian ulangi sinyal.



Sinyal SOS bisa dibuat di udara maupun tanah menggunakan batu, kayu atau bahan apapun yang anda miliki. Pada malam hari, anda bisa menggunakan lampu senter atau lampu strobo untuk mengirim SOS ke udara untuk diketahui pesawat atau helicopter pencari. Sedangkan pada siang hari, anda bisa menggunakan cermin sinyal. Jika sulit menghasilkan sinyal panjang pendek, anda harus tau bahwa setiap sinyal yang diulang setiap tiga kali akan berfungsi sebagai sinyal bahaya. Jadi, gunakan imajinasi anda.

3. Sinyal api
Membuat api adalah salah satu dari Ketrampilan Dasar yang Paling Penting Dalam Kondisi Survival. Sinyal api adalah sinyal paling nyata dalam kondisi survival, karena hal ini mudah dilihat di malam hari. Sedangkan pada siang hari, asap dari api bisa dilihat dari jarak beberapa mil. Membangun 3 sinyal api menjadi bentuk segitiga atau dalam garis lurus yang diberi jarak 30 meter (100 kaki). Tiga sinyal api marabahaya sudah diakui secara internasional. Dalam situasi survival, anda bisa menggunakan Teknik Membuat Api Tanpa Korek Api menggunakan beberapa metode.




4. Sinyal Cahaya

Pada hari yang cerah, cermin bisa menjadi perangkat sinyal yang baik. Bukan hanya cermin, setiap objek yang mengkilap seperti cangkir, kacamata, ikat pinggang, cermin kompas dan apapun yaang mengkilap bisa mencerminkan sinar matahari.



Sebuah flash dapat dilihat pada jarak yang besar dan menyapu cakrawala siang hari. Jika pesawat atau helikopter mendekati, jangan arahkan sinar di kokpit selama beberapa detik karena bisa membutakan pilot. Gunakan sinyal cermin dari jauh, kemudian gunakan kode SOS. Gunakan sinyal cahaya dengan benar untuk meminta bantuan. Tentukan sinyal mana yang akan anda gunakan tangan untuk garis pandang agar menjadi lebih efektif.

Pada umumnya, komunikasi adalah memberi dan menerima informasi. Sebagai korban, anda harus mendapatkan perhatian penyelamat dan mengirim pesan yang dimengerti oleh penyelamat. Jenis sinyal yang digunakan tergantung pada situasi lingkungan anda. Dengan memahami beberapa sinyal umum yang bisa dibuat dengan mudah, berkeliaran di alam bebas tidak akan selalu membuat anda ragu.
Baca lebih lanjut »

10 Jenis Awan yang Bisa untuk Memprediksi Cuaca

Cara Memprediksi Cuaca Dengan Awan. Beberapa dari kita pasti pernah berniat melakukan kegiatan di alam bebas namun cukup ragu karena cuaca. Apapun musimnya, cuaca setiap hari tidak bisa diprediksi dengan pasti. Selain persiapan yang matang untuk mengkondisikan dengan kemungkinan cuaca yang tak menentu, memprediksi cuaca bisa menjadi alternatif yang sangat bermanfaat. Awan merupakan salah satu indikator yang paling dapat diandalkan untuk memprediksi cuaca ketika ada di alam bebas. Indikator lain seperti kelembaban, langit merah, angin, dan tingkah laku binatang mungkin tidak semudah bagaimana memprediksi cuaca dengan awan.

Memprediksi cuaca dengan melihat awan tidak sulit jika bisa mengenal 10 jenis awan. Namun jika bingung, ingatlah satu hal bahwa semakin tinggi awan, cuaca akan semakin baik.

Berikut 10 jenis awan yang bisa untuk memprediksi cuaca:


1. Cirrocumulus Clouds

Awan Cirrocumulus terbentuk pada ketinggian sekitar 5 kilometer dan memiliki karakter halus berupa awan-awan kecil dan tersebar menyerupai riak air. Awan ini terbentuk dari kristal es dan tetesan air di awan yang membeku. Karena kejadian ini, umunya awan cirrocumulus tidak bertahan cukup lama.


Jika pada awan cirrocumulus ada beberapa kumpulan awan Cirrus itu berarti masih dalam cuaca yang baik atau berarti hujan dalam kurun waktu 8 - 10 jam (tergantung dari pergerakan awan).


2. Altocumulus Clouds

Awan Altocumulus terbentuk di ketinggian 2 - 6 kilometer di atas permukaan tanah dan memiliiki karakter masa bulat atau gulungan dan bergelombang. Awan ini kadang berwarna putih atau abu-abu yang umumnya gelap.


Awan ini merupakan salah satu dari tiga jenis awan peringatan. Semakin gelap awan, semakin banyak air yang terkandung di dalamnya dan semakin besar kemungkinan akan turun hujan dalam waktu dekat. Awan ini menunjukkan akan terjadi badai sore jika diamati pada pagi hari. Kadang juga awan ini tampak setelah badai.


3. Cumulonimbus Clouds

Awan Cumulonimbus terbentuk di ketinggian sekitar 200 - 4.000 meter. Awan cumulonimbus sebenarnya dimulai dari awan Altocumulus. Karakternya datar dan luas seperti landasan, berwarna putih atau gelap di bagian bawahnya. Kadang berupa tonjolan dan gelembung-gelembung tergantung di bawah awan yang bisa berkembang menjadi awan corong (tornado) Awan Cumulonimbus adalah awan yang membawa hujan es, angin kencang, petir dan kilat.




4. Cumulus Clouds

Awan Cumulus terbentuk di ketinggian sekitar kurang dari 1 kilometer. Awan Cumulus berkarakter besar, seperti kapas dan memiliki basis datar. KAdang awan ini muncul sendiri, dalam garis, maupun berkelompok. Awan Cumulus terbentuk dari uap air dan es kristal tergantung dari suhu lingkungan. Awan ini biasanya menandakan sedikit atau tidak adanya curah hujan, tapi awan cumulus bisa tumbuh menjadi cumulonimbus.



5. Cirrus Clouds

Awan Cirrus terbentuk di ketinggian sekitar 5 - 13 kilometer di daerah beriklim sedang dan tropis.Awan cirrus umumnya putih dan abu-abu. Awan ini bisa menyebar dan menebal menjadi lembaran padat. Jika awan ini muncul, itu menunjukkan bahwa cuaca akan segera memburuk dalam kurun waktu 24 sampai 36 jam lagi. Namun awan ini juga berarti cuaca baik jika kemunculannya tidak merata, tidak teratur dan perlahan-lahan akan bergeser. Pergeseran ini menunjukkan peningkatan tekanan dan cuaca yang kering.



6. Cirrostratus Clouds

Awan Cirrostratus terbentuk di ketinggian 5,5 km dengan karakter sangat tipis. Awan ini mampu membentuk lingkaran cahaya ketika awan ini sangat tipis. Awan Cirrostratus tidak menghasilkan hujan. Jika awan ini menunjukkan peningkatan ketebalan yang menyebabkan awan semakin rendah, itu adalah tanda cuaca akan hujan dalam kurun waktu 8 - 24 jam kedepan.



7. Altostratus Clouds

Awan Altostratus termasuk awan dengan ketinggian menengah dengan warna abu-abu dan berbentuk lembaran. Awan ini biasanya menutupi seluruh langit di tempat yang masih relatif tinggi. Matahari bisa dilihat dari awan Altostratus yang tipis, namun akan buram jika lapisan awan ini cukup tebal. Awan Altostratus sering terbentuk menjelang hujan badai.



8. Nimbostratus Clouds

Awan Nimbrostratus terbantuk pada ketinggian 3 kilometer. Seluruh awan ini terdiri dari tetesan awan, hujan dan kristal es. Nimbrostratus cenderung menebal dan biasanya gelap pada dasarnya. Awan ini adalah tanda untuk akan datangnya hujan yang lebat yang bisa terjadi dalam waktu lama, tergantung dari seberapa banyak awan ini menutup bumi.



9. Stratocumulus Clouds

Awan Stratocumulus terbentuk di ketinggian dibawah 2,4 kilometer. KArakter awan ini bulat masa, gelap dan besar, biasanya berkelompok, garis, atau bergelombang. Munculnya awan ini menunjukkan suaca yang stabil, tidak hujan atau hanya curah hujan ringan.



10. Stratus Clouds

Awan Stratus terbentuk pada ketinggian sekitar 2 kilometer. Karakter awan ini tebal, besar dan menyerupai kabut. Awan ini bisa menghasilkan gerimis ringan denagn curah hujan yang tidak tinggi. Namun curah hujan biasanya tidak terjadi dengan munculnya awan ini.



Itu adalah 10 tipe awan yang bisa diamati untuk memprediksi cuaca ketika berada di alam bebas. 
Baca lebih lanjut »

Kiat Untuk Tetap Hangat dalam Cuaca Dingin Alam Liar

Berurusan dengan cuaca dingin merupakan masalah yang harus dihadapi oleh para pecinta alam khususnya pendaki gunung ketika berapa di ketinggian tertetu. Dalam kondisi survival, menangani cuaca dingin merupakan kunci untuk menjaga kelangsungan hidup.



Cuaca Dingin
Sedikit pengetahuan, perencanaan dan peralatan yang baik akan memungkinkan untuk bertahan pada cuaca dingin. Selama kondisi cuaca basah dan dingin, anda akan menghadapi ancaman ganda yaitu melindungi diri dari tanah basah dan dari pembekuan aliran darah pada tubuh.

Angin dingin ditambah dengan angin kencang akan lebih cepat menguras panas dalam tubuh. Beberapa hal dasar yang harus dilakukan dalam cuaca dingin adalah selalu menjaga kepala tetap tertutup.

Banyak panas yang bisa hilang melalui kepala terutama jika anda dalam kondisi tanpa rambut atau gundul. Kepala adalah radiator yang memiliki banyak aliran darah tapi memiliki sedikit lemak untuk isolasi. Alangkah lebih baik jika lindungi bagian leher, pergelangan tangan dan pergelangan kaki. Duduk di samping orang lain dan makan makanan berlemak juga akan menjaga panas dalam tubuh.

Berikut adalah kiat untuk tetap hangat dalam cuaca dingin:
  • Menjaga Pakaian Tetap Bersih, pakaian adalah tempat isolasi. Mencemari pakaian bisa mengurangi nilai isolasi mereka. 
  • Hindari Berkeringat, jika terlalu panas dan lelah, anda akan berkeringat. Ketika air menguap, molekul panas akan hilang dan meninggalkan molekul dingin. Ini seperti sebuah AC. Membuat tubuh anda seperti AC dapat membunuh dalam situasi survival.
  • Kenakan Pakaian Longgar dan Berlapis, selain untuk tubuh, ini berlaku untuk kaki. Menggunakan pakaian ketat akan membatasi sirkulasi darah. Tubuh manusia perlu sirkulasi yang baik untuk menjaga tetap hangat. Kaki dan tangan tidak menghasilkan banyak panas karena sebagian panas berasal dari otot-otot besar dan pakaian ketat menghalangi jumlah udara yang bertindak sebagai isolasi.
  • Jaga Pakaian Tetap Kering, di suhu dingin, pakaian bisa menjadi basah karena keringat dan cuaca luar. Jika pakaian tidak anti air maka bisa menjadi basah karena hujan maupun embun. Menggantung pakaian basah di bawah sinar matahari adalah metode pengeringan yang sangat baik. Matahari dan angin bisa membuat pakaian lekas kering. Anda juga bisa menggantung pakaian di dekat api karena pengeringan akan lebih cepat.
Selain pakaian, jagalah kantong tidur agar tetap kering dan bersih. Jangan menempatkan kantong tidur langsung di tanah yang lembab karena tidur nyenyak akan berubah menjadi perjuangan untuk bertahan hidup. Gunakan alas, luangkan waktu untuk mempersiapkan alas daun untuk menjaga kantong tidur dari tanah yang dingin dan basah.

Setelah mengetahui beberapa kiat diatas, anda bisa menjaga tubuh tetap hangat ketika tidur dengan tips berikut :
  • Lindungi kepala dengan topi hangat. 
  • Gunakan mantel sebagai lapisan di atas kantong tidur (sleeping bag). 
  • Gunakan kaus kaki yang bersih dan kering. 
  • Tambahkan lapisan pakaian kering dan bersih 
  • Minum sesuatu yang hangat. 
  • Makanlah sesuatu seperti cemilan. 
  • Buang air kecil - Tubuh menggunakan energi untuk menjaga cairan hangat dalam tubuh. 
  • Rilekskan otot-otot. 
  • Pastikan tidak ada angin yang masuk. 
Kondisi di alam bebas yang tidak menentu akan menjadi tantangan bagi para pecinta alam. Kondisi cuaca dingin alah kondisi dimana yang paling perlu diperhatikan untuk mencegah timbulnya hypotermia yang bisa mengakibatkan kematian.

Selamat Berpetualang !
Baca lebih lanjut »

4 Metode Menghentikan Pendarahan dalam Kondisi Survival

Metode Mengehentikan Pendarahan. Ketika hidup di alam bebas, perlengkapan pribadi, logistik dan juga P3K memang sangat diperlukan. Alam liar tidak menjamin tidak akan ada hal buruk yang terjadi. Kegiatan di alam bebas adalah kegiatan dimana kita bisa terluka. Kehilangan darah adalah salah satu hal yang mengancam jiwa yang diikuti dengan hilangnya nyawa. Lalu bagaimana cara untuk menghentikan pendarahan dalam situasi survival?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan tingkat pendarahan:

1. Angkat Bagian Tubuh

Bersihkan luka dari material yang ada. Jika mungkin, angkat bagian tubuh yang luka di atas jantung. Gravitasi akan menghentikan aliran darah dan membuatnya lebih mudah untuk berhenti.






2. Tekanan Langsung

Berikan tekanan pada luka karena darah tidak akan menggumpal sampai berhenti mengalir. Gunakan kain kasa atau kain yang tebal. Jika darah membasahi kainnya, tambahkan lapisan kain yang lain. Jangan menghapus lapisan karena akan merobek sistem pembekuan darah sehingga harus dimulai dari awal. Berikan tekanan sekitar 15 menit meski kadang juga memakan waktu lebih lama sekitar 1 jam.




Jangan khawatir untuk mencari kain yang steril. Infeksi mungkin membutuhkan waktu seminggu untuk membunuh tapi kehilangan darah bisa menjadi pembunuh utama dalam hitungan menit.


3. Tekanan Pada Arteri

Teknik ini membutuhkan pengetahuan tentang tekanan arteri utama. Jika darah tidak juga berhenti, gunakan titik-titik tekanan. Ini adalah daerah dimana pembuluh darah dekat dengan permukaan kulit. Menekan dibagian ini akan memperlambat aliran darah.





Tekan kuat antara arteri yaitu antara luka dan jantung. Titik tekanan yang umum adalah antara bahu dan siku, belakang lutut, daerah selangkangan. Ada beberapa titik arteri yang digunakan dalam pendarahan parah dan yang paling umum adalah arteri femoral dan arteri brakealis.

Arteri femoralis adalah titik tekanan untuk kaki. Ada satu di setiap paha atas, di dekat pangkal paha. Karena lokasi arteri yang dalam, membutuhkan tekanan yang lebih besar.

Arteri Brakialis adalah titik tekanan untuk tangan atau lengan. Titik ini ada di bagian lengan atas antara bisep dan trisep tepi, beberapa inci di bawah ketiak. Rasakan denyut nadi di titik tersebut dan tekanlah dengan jari atau jempol.


4. Tourniquet

Jika cedera terlalu parah sehingga ketiga metode diatas tidak bisa membendung aliran darah, tourniquet merupakan pilihan terakhir karena agak berbahaya. Anggota tubuh bisa rusak atau bahkan hilang. Jika harus melakukannya, gunakan kain dilipat atau sabuk lebar. Jangan menggunakan tali atau kawat.




Ikat tourniquet antara luka dan jantung, beberapa inci di atas luka. Gunakan simpul persegi sederhana seperti mengikat sepatu tanpa busur. Dorong tongkar melalui simpul dan putar untuk mengencangkan. Kendurkan tourniquet setiap setengah jam atau lebih untuk melihat apakah masih diperlukan untuk menghentikan pendarahan. Ketika pendarahan telah berhenti, ikat luka dengan perban ketat.

Teknik Menghentikan darah yang tidak benar dan tepat bisa menyebabkan keadaan semakin buruk hingga berakibat fatal. Untuk itulah beberapa metode tersebut perlu dipahami sebagai bekal petualangan anda. Selamat Berpetualang !
Baca lebih lanjut »

Cara Primitif Membuat Api di Alam Liar

Cara membuat api di alam liar memang cukup penting. Di alam liar, setiap orang harus mengerti ketrampilan membuat api khususnya untuk bertahan hidup sekaligus untuk membuat sinyal darurat. Anda tidak pernah tau kapan anda ada di dalam kondisi dimana api sangat dibutuhkan, namun tidak ada korek api. Dalam situasi survival ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat api.

Membuat api yang paling utama adalah sumbu. Yang dimaksud disini adalah rumput dan daun kering yang bisa memicu api. Berikut metode yang bisa digunakan untuk membuat api di alam liar:

1. Hand Drill

Metode ini tergolong primitif karena hanya menggunakan kayu poros yang diputar dengan tangan kosong. Yang dibutuhkan adalah kayu kering yang panjang sebagai poros, papan kayu sebagai alas dan sumbu.
Buat titik yang besarnya sama dengan kayu poros dan potong tepinya seperti huruf V agar serbuk api jatuh ke sumbu. Letakkan sumbu di bawah papan alas, kemudian putarlah kayu poros dengan tangan hingga terbentuk api.




2. Bow Drill

Sesuai namanya, busur memang dibutuhkan untuk membuat api dengan teknik bow drill. Anda perlu membuat alat semacam busur untuk memutar kayu poros. Gunakan kayu yang segar agar kulitnya bisa dugunakan sebagai tali busur. Caranya sama dengan metode Hand Drill. Pasang kayu poros di busur dan putarlah di atas alas.





3. Fire Plough

Berbeda dengan drill, keyu poros pada metode ini tidak diputar namun digesekkan kedepan dan belakang hingga ada serbuk kayu yang terbakar. Buat lekukan panjang pada alas kayu sebagai tempat gesekan serbuk kayu.






4. Metode Gesekan

Teknik ini sudah cukup modern. Yang diperlukan adalah baja, batu api dan char cloth (arang kain). Arang kain bisa dibuat dengan memasukkan kain perca di dalam kaleng besi yang sudah dilubangi, kemudian dibakar.

Cara membuat api adalah letakkan arang kain di atas batu api dan gesekkan dengan baja. Percikan api akan membakar arang kain, kemudian letakkan pada sumbu agar api menyala.





Itu adalah beberapa metode untuk membuat api dalam kondisi survival. Selain pengetahuan tentang alat dan bahan tersebut, diperlukan juga kreatifitas untuk bisa menciptakan api lebih cepat. Selamat Berpetualang!.
Baca lebih lanjut »